Kepercayaan masyarakat adalah aset terpenting bagi setiap institusi penegak hukum, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Dalam upayanya melakukan pembenahan dan Transformasi internal, Polri menempatkan Bangun Kepercayaan Publik sebagai pondasi utama, yang diwujudkan melalui sinergi yang kuat dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Tanpa dukungan dan legitimasi dari rakyat, tugas menjaga keamanan dan ketertiban akan menjadi jauh lebih berat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah berulang kali menekankan bahwa pengalaman dan berbagai tantangan yang dihadapi Polri belakangan ini telah membawa institusi ini menuju fase pembenahan yang mendalam. Dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-77 pada Sabtu, 1 Juli 2023, di Jakarta, beliau menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan sinergi dengan TNI dan seluruh elemen bangsa. Keyakinan kuatnya adalah bahwa sinergi ini harus didasari oleh Bangun Kepercayaan Publik yang kokoh. Ini menunjukkan bahwa perbaikan internal tidak cukup; dukungan eksternal adalah kunci.
Sinergi dengan TNI diwujudkan melalui kerja sama operasional dalam pengamanan, penegakan hukum, dan penanganan bencana. Contohnya, tim gabungan Polri-TNI sering terlihat berpatroli bersama di area publik atau menjaga keamanan pada event-event besar. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan efektivitas tugas, tetapi juga menampilkan citra soliditas aparat keamanan di mata masyarakat. Latihan gabungan rutin antara kedua institusi, yang sering dilaksanakan setiap kuartal pada hari kerja, pukul 08:00, juga bertujuan mempererat koordinasi.
Sementara itu, sinergi dengan masyarakat mencakup berbagai inisiatif proaktif. Polri semakin membuka diri untuk dialog dan menerima masukan dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk organisasi masyarakat sipil, tokoh agama, dan akademisi. Program-program seperti community policing, di mana petugas kepolisian berinteraksi langsung dengan warga di lingkungan mereka, adalah bagian dari upaya Bangun Kepercayaan Publik. Ini bertujuan untuk membangun hubungan yang lebih personal dan mendalam, menyelesaikan masalah di tingkat akar rumput, dan menunjukkan bahwa polisi adalah mitra masyarakat. Jika ada laporan masyarakat terkait pelanggaran, petugas akan menindaklanjuti sesuai prosedur dan menyampaikan hasilnya secara transparan.
Pembenahan Polri yang berlandaskan pada Bangun Kepercayaan Publik melalui sinergi dengan TNI dan masyarakat adalah langkah yang berkelanjutan. Ini membutuhkan komitmen jangka panjang, transparansi, dan kesediaan untuk terus belajar dari setiap pengalaman. Dengan pondasi kepercayaan yang kuat, Polri dapat menjalankan tugasnya dengan lebih efektif, dan masyarakat dapat merasa lebih aman serta terlindungi.