Dalam setiap operasi militer, artileri memegang peranan krusial sebagai penyedia dukungan tembakan jarak jauh yang mematikan. Kemampuan untuk menghantam target musuh dari jarak aman dengan presisi tinggi dapat mengubah jalannya pertempuran. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) memahami betul pentingnya hal ini, dan oleh karena itu terus memperkuat arsenal artilerinya dengan sistem-sistem modern yang tidak hanya akurat tetapi juga memiliki mobilitas tinggi, siap untuk berbagai skenario di medan laga.
Salah satu andalan utama TNI AD dalam menyediakan dukungan tembakan area yang luas adalah Multiple Launch Rocket System (MLRS) Astros II MK6 buatan Brasil. Sistem peluncur roket multipel ini mampu meluncurkan berbagai jenis roket dengan hulu ledak berbeda, mulai dari roket taktis hingga roket dengan jangkauan ratusan kilometer. Kemampuan Astros II MK6 untuk menghujani area musuh dengan volume tembakan tinggi membuatnya sangat efektif untuk menghancurkan konsentrasi pasukan, instalasi logistik, atau posisi pertahanan lawan dari jarak yang sangat jauh. Mobilitas Astros II MK6 yang berbasis truk juga memungkinkannya untuk cepat berpindah posisi setelah menembak (shoot-and-scoot), menghindari deteksi balasan musuh. Pada latihan gabungan TNI AD yang diselenggarakan pada bulan November 2024 di Pusat Latihan Tempur Baturaja, Sumatera Selatan, Astros II MK6 menunjukkan akurasi dan kecepatan peluncurannya.
Melengkapi kemampuan MLRS, TNI AD juga mengoperasikan Meriam Howitzer Caesar 155mm buatan Prancis. Caesar adalah sistem artileri self-propelled yang unik karena menggabungkan daya tembak meriam 155mm yang kuat dengan mobilitas truk. Ini memungkinkannya untuk dengan cepat bergerak ke posisi menembak, meluncurkan tembakan, dan kemudian dengan cepat berpindah tempat, sangat penting dalam taktik artileri modern. Keunggulan Caesar terletak pada akurasinya yang tinggi, berkat sistem penargetan digital dan navigasi yang canggih, menjadikannya ideal untuk dukungan tembakan presisi terhadap target tertentu. Kemampuan ini sangat berharga dalam operasi yang memerlukan dampak terkonsentrasi pada sasaran vital musuh. Pada tahun 2023, Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed) TNI AD telah mengoperasikan sejumlah unit Caesar ini untuk mendukung berbagai Brigade Infanteri.
Kombinasi MLRS Astros II MK6 dan Meriam Howitzer Caesar 155mm memberikan TNI AD kapabilitas dukungan tembakan yang komprehensif dan berlapis. Astros II MK6 mampu memberikan efek saturasi area dengan daya hancur masif, sementara Caesar memberikan tembakan presisi dengan mobilitas tinggi. Sinergi kedua sistem ini memungkinkan TNI AD untuk menguasai medan artileri, menghancurkan ancaman dari jarak aman, dan memberikan fire support yang vital bagi pasukan di garis depan. Modernisasi artileri ini adalah bagian integral dari strategi pertahanan Indonesia untuk memastikan pasukannya memiliki daya pukul yang mematikan dan efektif.