Pelaksanaan latihan ini difokuskan pada penguasaan medan di Hutan Tropis yang memiliki karakteristik vegetasi sangat rapat. Para taruna diajarkan untuk mengenali jenis tumbuhan yang dapat dikonsumsi, mencari sumber mata air yang aman, hingga membuat perlindungan darurat dari bahan-bahan alam di sekitar mereka. Tantangan terbesar bukan hanya sekadar rasa lapar atau haus, melainkan bagaimana menjaga fokus mental di tengah kelelahan yang luar biasa. Hutan Kalimantan dengan curah hujan tinggi dan suhu yang fluktuatif menuntut adaptasi fisik yang cepat agar tubuh tidak jatuh sakit di tengah misi yang sedang berlangsung.
Kegiatan ini merupakan sebuah Uji Ketahanan yang sangat komprehensif, mencakup aspek fisik, mental, hingga intelegensi. Selama beberapa hari, taruna dilepas dengan perlengkapan minimal dan harus mencapai titik koordinat yang telah ditentukan melalui navigasi darat manual. Tanpa bantuan GPS modern di tengah lebatnya tajuk pohon, kemampuan membaca kompas dan peta menjadi penentu keselamatan. Ketahanan otot kaki diuji melalui pergerakan melintasi rawa dan perbukitan terjal, sementara ketahanan mental diuji melalui kesunyian dan ketidakpastian yang ada di dalam hutan rimba yang luas.
Proses ini dilakukan untuk mencari batas Terjauh Calon perwira dalam menghadapi tekanan. Pelatih militer memantau bagaimana seorang taruna tetap mampu memimpin kelompoknya meskipun dalam kondisi perut kosong dan kurang tidur. Kepemimpinan di medan survival adalah kepemimpinan yang paling murni; di mana perintah tidak lagi didasarkan pada pangkat semata, melainkan pada kepercayaan dan ketenangan sang pemimpin dalam membawa timnya keluar dari bahaya. Di sinilah karakter asli seseorang akan terlihat, apakah ia akan egois demi keselamatan pribadi atau tetap setia kawan dalam menjaga keutuhan unitnya.
Harapan besar disematkan kepada para Pemimpin TNI masa depan agar mereka memiliki pemahaman yang mendalam tentang geografi tanah airnya sendiri. Kalimantan Barat dengan segala tantangan alamnya telah menempa mereka menjadi pribadi yang lebih bersyukur dan rendah hati di hadapan kekuasaan alam. Dengan bekal pengalaman survival yang mumpuni, para perwira ini tidak akan kaget jika suatu saat harus diterjunkan di daerah terpencil untuk menjalankan misi kedaulatan atau kemanusiaan. Penggemblengan di hutan tropis ini adalah kawah candradimuka yang memastikan bahwa pemimpin militer Indonesia adalah sosok yang tangguh, cerdas, dan memiliki daya tahan baja dalam situasi seburuk apa pun.