Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, tugas Menjaga Lautan Luas yang terbentang di perairan Indonesia adalah tanggung jawab vital Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Untuk menghadapi tantangan kedaulatan maritim dan ancaman kontemporer, Strategi TNI AL Memodernisasi seluruh alutsista, termasuk Kapal Perang dan Kapal Selam, menjadi prioritas utama. Modernisasi ini adalah bagian integral dari upaya pencapaian Minimum Essential Force (MEF) Tahap III dan merupakan manifestasi keseriusan Indonesia dalam mengamankan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang strategis. Berdasarkan pernyataan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) pada Navy Strategic Forum di Surabaya, 22 November 2025, penambahan jumlah Kapal Selam adalah kunci untuk menciptakan efek gentar (deterrence) di bawah permukaan laut.
Strategi modernisasi pertama adalah Peningkatan Kekuatan Kapal Permukaan. TNI AL fokus pada pengadaan dan pembangunan kapal frigat dan korvet yang mampu bertempur di laut lepas dan memiliki kemampuan anti-air warfare (pertahanan udara) dan anti-submarine warfare (pertahanan kapal selam) yang mumpuni. Salah satu contoh nyata adalah pembangunan frigat kelas Iver Huitfeldt yang dilakukan melalui kerja sama internasional dan transfer teknologi, bertujuan untuk mengganti kapal-kapal lama. Strategi TNI AL Memodernisasi juga mencakup integrasi sistem komando, kontrol, komunikasi, komputer, dan intelijen (C4I) yang terpusat di seluruh armada Kapal Perang dan Kapal Selam untuk meningkatkan kesadaran situasional.
Fokus krusial kedua adalah Penguatan Armada Kapal Selam. Kapal selam adalah aset yang memiliki nilai strategis tinggi dalam Menjaga Lautan Luas karena kemampuan siluman (stealth) dan efek deterrence yang kuat. Program modernisasi TNI AL mencakup penambahan kapal selam baru, seperti kapal selam kelas Nagapasa yang diproduksi melalui kerja sama dengan Korea Selatan, dan melibatkan PT PAL (Persero) dalam proses pembangunan. Komitmen untuk membangun Kapal Perang dan Kapal Selam di dalam negeri secara bertahap menunjukkan upaya Indonesia untuk mencapai kemandirian industri pertahanan. Latihan taktis bersama yang melibatkan kapal selam digelar di Laut Jawa pada hari Kamis, 18 September 2025, untuk meningkatkan kapabilitas operasional personel.
Strategi ketiga adalah Pemeliharaan dan Peremajaan Kapal Lama (Refitting). Strategi TNI AL Memodernisasi juga menyadari bahwa tidak semua kapal dapat diganti secara instan. Oleh karena itu, program peremajaan kapal-kapal yang sudah beroperasi lama, termasuk Landing Platform Dock (LPD) dan korvet kelas Parchim, dilakukan di galangan kapal dalam negeri. Peremajaan ini mencakup penggantian sistem propulsi dan upgrade sistem persenjataan dan sensor, yang memastikan bahwa kapal-kapal lama ini tetap relevan dan mampu beroperasi secara efektif dalam misi Menjaga Lautan Luas.