Operasi Militer Selain Perang (OMSP): Kontribusi TNI pada Program Pembangunan Infrastruktur Desa

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI), tugas pokok TNI tidak hanya mencakup Operasi Militer untuk Perang (OMP), tetapi juga memiliki spektrum luas dalam bentuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Salah satu implementasi OMSP yang paling menonjol dan memberikan dampak langsung pada kesejahteraan rakyat adalah melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Program ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah terpencil, perbatasan, dan daerah tertinggal. Kehadiran Operasi Militer Selain Perang ini menjadi katalisator pembangunan yang seringkali tidak terjangkau oleh anggaran atau kontraktor sipil biasa.

TMMD yang saat ini telah memasuki edisi ke-126 pada tahun anggaran 2025, secara konsisten memprioritaskan sasaran fisik yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa. Di Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, misalnya, Komandan Satuan Setingkat Kompi (Dan SSK) Lettu Arm Edy Purwanto pada Senin, 27 Oktober 2025, memimpin langsung pengecoran jalan rabat sepanjang 1.000 meter. Pekerjaan ini melibatkan gotong royong antara puluhan personel Satgas TMMD dan ratusan warga setempat. Jalan yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai akses transportasi tetapi juga sebagai urat nadi ekonomi yang mempermudah petani setempat membawa hasil panen ke pasar, sehingga secara langsung menekan biaya logistik dan meningkatkan kesejahteraan.

Cakupan Operasi Militer Selain Perang melalui TMMD ini tidak hanya sebatas pembangunan jalan. Program fisik yang umumnya dilaksanakan mencakup pembangunan dan rehabilitasi jembatan, pembangunan gorong-gorong, pembuatan Tanggul Penahan Tanah (TPT), hingga renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sebagai contoh spesifik, dalam TMMD di Klaten pada Agustus 2019, dilaporkan adanya bantuan alat penetas telur dan pelatihan ekonomi kreatif, yang bertujuan merangsang tumbuhnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan. Di sisi lain, Pangdam I/BB Mayjen TNI Rio Firdianto pada penutupan TMMD ke-123 di Langkat, 20 Maret 2025, menekankan bahwa TMMD juga fokus pada program unggulan Kasad seperti TNI Manunggal Air Bersih (TMAB) dan program penurunan angka stunting.

Lebih jauh, OMSP juga mencakup kegiatan non-fisik yang bertujuan membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, pencegahan narkoba, radikalisme, hingga penyuluhan kesehatan dan pertanian secara rutin dilakukan oleh para prajurit. Kolonel Arh Zaenudin, pada penutupan TMMD di Klaten, menyatakan bahwa tujuan akhir dari Operasi Militer Selain Perang adalah mengubah desa-desa yang semula ‘merah’ (prasejahtera) menjadi desa yang ‘hijau’ (sejahtera) dan mandiri. Keberhasilan program ini bergantung pada sinergi yang kuat antara TNI, Pemerintah Daerah, Kepolisian, dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan semangat kemanunggalan TNI-Rakyat, pembangunan di Indonesia dapat terakselerasi, memperkuat ketahanan wilayah, dan mewujudkan pembangunan nasional yang merata.