Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), yang sebelumnya dikenal sebagai Pasukan Khas (Paskhas), adalah unit elite TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang memiliki peran krusial dan unik dalam pertahanan negara. Mereka dikenal sebagai Penjaga Langit Strategis, bertanggung jawab langsung atas pengamanan dan perebutan kembali pangkalan udara. Dalam skenario perang modern, kendali atas pangkalan udara adalah kunci dominasi ruang udara, menjadikan peran Penjaga Langit Strategis Kopasgat sangat vital. Mereka adalah unit komando yang mampu melakukan Air Base Seizure (perebutan pangkalan udara) secara mandiri. Penjaga Langit Strategis ini dilatih untuk Membongkar Rahasia Akurasi pertahanan musuh di sekitar area runway dan fasilitas navigasi.
Misi utama Kopasgat terbagi menjadi tiga kategori: pengamanan pangkalan udara (Air Base Defense), pengendalian tempur (Air Traffic Control di zona perang), dan operasi komando (infiltrasi dan perebutan). Kemampuan mereka yang paling khas adalah Ground Controlled Approach (GCA) atau pemanduan pendaratan darurat di area yang baru direbut. Ini memungkinkan pesawat tempur atau pesawat angkut logistik untuk mendarat dengan aman di tengah wilayah konflik. Salah satu demonstrasi kemampuan mereka yang legendaris terjadi saat latihan gabungan di Lapangan Udara Adisutjipto pada tahun 2023, di mana mereka berhasil mengamankan landasan pacu dalam waktu 20 menit setelah diterjunkan.
Untuk merebut dan mengamankan pangkalan udara, Kopasgat menggunakan Teknik Serangan terjun bebas (freefall) dengan teknik HALO/HAHO, memungkinkan mereka berinfiltrasi tanpa terdeteksi dari ketinggian ekstrem. Begitu mendarat, mereka menggunakan Variasi Teknik Serangan infantri ringan dan CQC untuk membersihkan area dari elemen musuh. Keterampilan mereka dalam Komunikasi di Lapangan dan koordinasi dengan unsur udara sangat penting. Mereka harus mampu memberikan laporan status landasan dan kondisi cuaca secara real-time kepada pilot.
Kopasgat juga memiliki Satuan Bravo 90 (Denbravo 90), unit anti-teror yang berspesialisasi dalam pembebasan sandera di pesawat dan fasilitas udara. Kemampuan Jantung Pertahanan ini menjadikan Kopasgat bukan hanya pelindung aset udara, tetapi juga garda terdepan dalam menghadapi ancaman terorisme yang menargetkan sektor penerbangan dan fasilitas vital strategis negara.