Doktrin Pertahanan Semesta (Sishankamrata) merupakan fondasi utama postur militer Indonesia. Filosofi ini menegaskan bahwa keamanan dan kedaulatan negara adalah tanggung jawab bersama, melibatkan seluruh sumber daya nasional. Konsep ini melampaui kekuatan militer profesional, mengintegrasikan rakyat sebagai komponen pendukung yang esensial.
Sishankamrata membagi kekuatan menjadi tiga komponen: Komponen Utama (TNI), Komponen Cadangan, dan Komponen Pendukung. Peran rakyat, baik melalui Komponen Cadangan maupun Pendukung, sangat penting untuk menciptakan daya tangkal yang adaptif. Kekuatan total ini memastikan bahwa Indonesia siap menghadapi ancaman dalam berbagai bentuk.
Komponen Cadangan (Komcad) adalah elemen paling terstruktur dari Pertahanan Semesta setelah TNI. Komcad terdiri dari warga negara yang telah menjalani pelatihan militer dasar dan siap dimobilisasi jika negara dalam keadaan darurat atau perang. Mereka berfungsi sebagai pengganda kekuatan tempur TNI.
Pelatihan Komcad dirancang untuk memberikan keterampilan militer dasar, termasuk bela diri, menembak, dan kemampuan taktis. Keterlibatan warga sipil dari berbagai latar belakang, mulai dari profesional hingga mahasiswa, memperkaya basis kemampuan Komcad, memastikan Pertahanan Semesta yang kuat.
Sementara itu, Komponen Pendukung mencakup seluruh sumber daya alam, buatan, dan prasarana nasional. Contohnya termasuk fasilitas komunikasi, transportasi, dan industri strategis. Di masa damai, ini digunakan untuk pembangunan; di masa krisis, semuanya dapat dialihkan untuk mendukung operasi pertahanan.
Peran Komponen Pendukung dalam Pertahanan Semesta mencakup dukungan logistik, medis, dan infrastruktur. Rumah sakit sipil, misalnya, dapat dialihkan untuk merawat korban, sementara perusahaan transportasi dapat memobilisasi pasukan. Integrasi ini memastikan bahwa operasi militer didukung oleh basis sipil yang luas.
Keunggulan dari doktrin Pertahanan Semesta adalah daya tangkal yang bersifat kewilayahan. Potensi ancaman dari luar akan dihadapkan pada perlawanan yang tidak hanya datang dari militer profesional tetapi juga dari rakyat yang terorganisir dan mengenal medan mereka sendiri.
Dengan melibatkan rakyat secara aktif melalui Komcad dan Komponen Pendukung, Indonesia menciptakan postur pertahanan yang adaptif, mendalam, dan memiliki legitimasi moral yang kuat. Ini adalah kunci untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah negara kepulauan terbesar di dunia.