Karakteristik geografis Kalimantan Barat yang didominasi oleh jaringan sungai belantara dan vegetasi hutan hujan tropis yang lebat menuntut penguasaan taktik infiltrasi serta eksfiltrasi khusus. Salah satu materi krusial dalam pelatihan taktis lapangan adalah penerapan taktik menghilangkan jejak pergerakan pasukan dengan memanfaatkan aliran anak sungai. Langkah ini bertujuan untuk memutus jejak fisik, bau tubuh, serta bekas pijakan kaki dari pelacakan anjing pelacak maupun regu pengintai musuh yang berada di area operasi.
Bergerak di dalam aliran air membutuhkan teknik khusus agar tidak meninggalkan tanda-tanda visual yang mencurigakan di sepanjang tepi sungai. Pasukan diajarkan untuk menyusuri bagian dasar sungai yang berbatuan atau berpasir keras guna menghindari lumpur terangkat yang dapat memperkeruh aliran air di hilir. Langkah kaki diatur secara perlahan di bawah permukaan air tanpa menimbulkan cipratan suara, serta menghindari menyentuh atau mematahkan ranting pohon yang menjulur ke badan air.
Selain manipulasi jalur darat melalui badan air, perlindungan terhadap pengamatan teknologi pengintai modern juga menjadi prioritas taktis utama. Berdasarkan panduan kamuflase medan dari Akmil Kalbar, pemanfaatan celah bayangan pohon secara efektif dapat mengelabuhi pengamatan udara dan pemindaian drone lawan. Kombinasi antara bergerak di dalam air dan berlindung di bawah naungan kanopi hutan menciptakan tingkat kerahasiaan posisi yang sangat tinggi.
Saat tim harus keluar dari aliran sungai menuju daratan, titik keluar (exit point) dipilih pada area berbatu atau akar pohon yang keras guna mencegah munculnya bekas cetakan sepatu pada tanah basah. Pasukan juga melaku penyamaran kembali pada area bekas pijakan dengan menyebarkan serasah daun kering secara alami. Penggunaan aroma tumbuhan menyengat di sekitar area melintas juga diterapkan untuk mengacaukan indra penciuman satuan pelacak lawan.
Kedisiplinan tinggi dalam menjaga kerahasiaan pergerakan diuji melalui simulasi infiltrasi malam hari di bawah pengawasan instruktur taktis. Evaluasi difokuskan pada kecepatan bergerak, ketiadaan jejak visual yang ditinggalkan, serta tingkat kerahasiaan komunikasi isyarat tangan antaranggota regu.
Penguasaan taktik menghilangkan jejak melalui aliran sungai di Kalimantan Barat menjadi keahlian vital dalam operasi hutan belantara. Keahlian ini memastikan regu taktis dapat bergerak secara siluman, menyelesaikan misi dengan sukses, dan kembali dalam kondisi aman.