Melakukan infiltrasi atau eksfiltrasi di dalam hutan tropis yang lebat menuntut keahlian khusus dalam menyamarkan garis pergerakan regu. Penerapan taktik menyusuri aliran sungai dangkal menghilangkan jejak pergerakan menjadi metode efektif untuk memutus ciuman anjing pelacak serta jejak tapak sepatu di tanah. Aliran air yang mengalir secara kontinyu menghapus bekas pijakan kaki dan mengaburkan bau tubuh personel secara alami.
Saat melangkah di dalam air sungai, setiap prajurit diwajibkan memijak bagian dasar sungai yang berbatu padat atau berpasir keras. Pijakan pada area berlumpur harus dihindari karena dapat menimbulkan keruhan air yang berkepanjangan dan meninggalkan tanda visual pergerakan dari kejauhan. Pergerakan dilakukan secara perlahan tanpa menimbulkan cipratan air yang berisiko memicu suara bising di kegelapan hutan.
Titik masuk dan titik keluar regu dari aliran sungai menuju daratan menjadi area paling kritis yang membutuhkan penyamaran ekstra ketat. Personel menggunakan ranting pohon atau dedaunan untuk menyapu kembali rumput yang terinjak di tepi tepi sungai. Penggunaan jalur batuan cadas di pinggir sungai membantu menyamarkan jejak tapak basah sebelum memasuki vegetasi rapat kembali.
Keamanan perimeter selama pergerakan menyusuri sungai tetap dijaga dengan pembagian sektor pengamatan visual ke arah tebing sungai. Jarak antarpersonel diatur sedemikian rupa agar tidak mengumpul di satu titik yang rentan terhadap penyergapan mendadak lawan. Penguasaan teknik melangkah di dalam air menjaga stabilitas keseimbangan tubuh prajurit dari arus sungai.
Disiplin kedap suara dan kedap cahaya wajib dipatuhi secara mutlak oleh seluruh anggota regu selama menyusuri lintasan air. Penggunaan bahasa isyarat tangan menggantikan komunikasi verbal guna meminimalkan kebocoran keberadaan posisi pasukan di lapangan. Kerahasiaan jalur pergerakan menjamin keberhasilan pencapaian sasaran operasi taktis.
Pelatihan taktik penghilangan jejak melatih kesabaran, ketelitian, serta kejelian personel dalam memanfaatkan fitur bentang alam lokal. Kemampuan menyatu dengan lingkungan sekitar menjadikan regu pergerakan sulit dideteksi oleh sistem pengintaian lawan. Keahlian infiltrasi senyap merupakan keunggulan taktis dalam pertempuran hutan rimba.